"Janganlah mencintai seseorang seperti bunga yang kan layu dan mati seiring berjalannya hari, janganlah mencintai seseorang seperti parfum yang wanginya kan hilang jika air membasahinya, tapi cintailah seseorang seperti lilin yang rela hancur demi menerangi orang yang kita sayangi dan kita cintai...
ku iringi langkahmu sampai ke akhir jalan
sungguh berat terasa menyadari semua
di saat terakhirku menatap wajah itu
terpejam kedua mata dan terbang selamanya
inginku mengejar dirimu
menggenggam erat tanganmu
sungguh ku tak rela
ku tahu kau tak tersenyum melihatku menangis
maka sekuat tenagaku ku relakan saat kepergianmu
di saat terakhirku menatap wajah itu
terpejam kedua mata dan terbang selamanya
takkan pernah ku lupakan dirimu
takkan sanggup ku lupakan semua
pertemuan singkat dan berjalan sangat cepat
tidak disangka aku langsung terhipnotis olehmu
setidaknya kamu sempat menjadi milikku
meskipun tak lama, hal itu telah membuat ku bahagia
kau buat hidupku tak berarti tanpa kamu
kini kau menghilang dan aku terhipnotis olehmu
setidaknya kamu sempat menjadi milikku
meskipun tak lama, hal itu telah membuat ku bahagia
dengan masalah besar (dihadapi)
segitu saja perjuanganmu (untukku)
setidaknya kamu sempat menjadi milikku
meskipun tak lama, hal itu telah membuat ku bahagia
pertemuan singkat dan berjalan sangat cepat
DI UJUNG PAGI
Mengapa bahagia beranjak pergi?
Jauh kudekap, ditepis sunyi mencercap
Sementara, tak sedetikpun kakiku bergerak meninggalkan penantian yang kusekap
Di batas rindu, menyekat cinta dalam pedih yang meratap
Dengan apa lagi kugambarkan jujur dan tulusku?
Aku terbentur jawab yang belum juga terungkap
Dijerat mimpi semu tanpa penghabisan yang merekat
Di ujung pagi, aku tercekat
Mendambamu setiap saat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar