Juli 08, 2011

Tell me a Lie

"Janganlah mencintai seseorang seperti bunga yang kan layu dan mati seiring berjalannya hari, janganlah mencintai seseorang seperti parfum yang wanginya kan hilang jika air membasahinya, tapi cintailah seseorang seperti lilin yang rela hancur demi menerangi orang yang kita sayangi dan kita cintai...


ku iringi langkahmu sampai ke akhir jalan
sungguh berat terasa menyadari semua
di saat terakhirku menatap wajah itu
terpejam kedua mata dan terbang selamanya

inginku mengejar dirimu
menggenggam erat tanganmu
sungguh ku tak rela

ku tahu kau tak tersenyum melihatku menangis
maka sekuat tenagaku ku relakan saat kepergianmu

di saat terakhirku menatap wajah itu
terpejam kedua mata dan terbang selamanya


takkan pernah ku lupakan dirimu
takkan sanggup ku lupakan semua

pertemuan singkat dan berjalan sangat cepat
tidak disangka aku langsung terhipnotis olehmu
setidaknya kamu sempat menjadi milikku
meskipun tak lama, hal itu telah membuat ku bahagia

kau buat hidupku tak berarti tanpa kamu
kini kau menghilang dan aku terhipnotis olehmu
setidaknya kamu sempat menjadi milikku
meskipun tak lama, hal itu telah membuat ku bahagia

dengan masalah besar (dihadapi)
segitu saja perjuanganmu (untukku)
setidaknya kamu sempat menjadi milikku
meskipun tak lama, hal itu telah membuat ku bahagia
pertemuan singkat dan berjalan sangat cepat

DI UJUNG PAGI

Mengapa bahagia beranjak pergi?

Jauh kudekap, ditepis sunyi mencercap

Sementara, tak sedetikpun kakiku bergerak meninggalkan penantian yang kusekap

Di batas rindu, menyekat cinta dalam pedih yang meratap

Dengan apa lagi kugambarkan jujur dan tulusku?

Aku terbentur jawab yang belum juga terungkap

Dijerat mimpi semu tanpa penghabisan yang merekat

Di ujung pagi, aku tercekat

Mendambamu setiap saat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar