Saturday, August 13, 2011
Bapa… kuatkan aku dalam menghadapi msalah dan penderitaan batin seperti ini. Tabahkan aku…. Semoga dari dalam setiap detik cobaan ini menjadikan ku lebih dewasa lagi… dan tidak terlihat bodoh. Bantulah aku Bapa dalam masa pemulihan ini. Dimasa sulit seperti ini… aku membutuhkan uluran tangan mu , ataupun saat aku jatuh,….untuk bangkit kembali. Aku terpuruk Ya Bapa atas kesalahan dan kebodohan ku sendiri…
Bapa… aku mohon ketabahan dan kekuatan untuk menghadapi masa2 sulit seperti ini. Aku jatuh dan ingin bangkit kembali. Aku bersyukur atas segala nya Bapa…
Bantu aku Bapa dalam menghadapi masa seeperti ini… semoga membungkusnya menjadi bekal masa depan untuk kembali dan menatap masa depan. Menjadikan pelajaran dan lebih dewasa dalam mengambil keputusan dan memilih suatu pilihan di masa yang akan datang.
Bapa,,,, ampuni segala kekhilafan ku… biarkan semua penyesalan ini menjadikan pukulan yang perlu dihajarkan kepada ku sebagai anak yang pernah jauh Dari Mu…
Terima kasih untuk semua ini Bapa… aku berterima kasih untuk semua itu. Genggam erat tanganku Bapa… jangan biarkan aku pergi jauh dariMu… dan jangan biarkan aku jatuh ke dalam lubang yang sama.
Masa sulit seperti ini harus kuat untuk jalaninya…
Aku terpuruk dan harus bangkit dan meninggalkan masa lalu dan menata kehidupan kembali. Ini butuh waktu menyembuhkan setiap luka ini…
Banyak sekali pelajaran berharga dibalik kisah ini... dan bisa mengartikan satu hal bahwa aku belum dewasa, aku hanya pintar di akademik, tapi tidak dimasalah emosional. Ini lah satu hal yang menyadarkan ku bahwa betapa bodohnya diriku bisa diperbudak oleh CINTA . . . yah. . . yang bisa kuartikan seperti ituw.
Aku buta dan aku cacat. Betapa bodohnya diriku sampe harus menyibukkan diriku dengan segala tentang CINTA sementara di luar sana masih banyak cerita dan peristiwa menarik. Tapi sudahlah semua sudah terlanjur. Walaupun ada sesal dalam lubuk hati namun semua itu tidak mengembalikan yang sudah pergi dan hilang dan tidak mampu memutar waktu kembali. Yah . . . kejadian seperti ini akan menjadi pelajaran. . . bahwa dunia ini harus dalam genggaman mu bukan dunia menggenggam mu. Karena kapan dunia menggenggam mu. . . akan kau lihat bahwa dibalik indahnya dunia. , . ada dunia yang sangat kejam. Bisa membuatmu bertekuk lutut, menangis terseduh2, berteriak, ingin lari, bahkan fatalnya lagi saat yang terlintas dalam pikiran mu adalah BUNUH DIRI.
Aku akui ini. . . ini yang sempat aku rasakan. . . sampai saat aku mengetik tulisan ini. Namun aku ingin mencoba menerima keadaan, menguatkan hati ku dan melanjutkan hidup dan menghapus masa suram yang sudah terlewati. Dan berusaha untuk menjadikan hidup lebih baik lagi.
Saat beberapa hal kenyataan kuketahui, , , saat tentunya jalan yang baik adalah menangis. Yah menangis. Yang kurasakan bahwa ini lah puncak nya, aku merasa ditampar, dihajar, bahkan terasa dibunuh. Yang terlintas adalah mending aku mati saja daripada merasakan perasaan seperti ini. Beh sakitnya minta ampun. Yah . . inikah yang namanya patah hati?? Dan yang kufikir bahwa ingin mempercepat waktu sajja . . . mudah2an dalam perjalanan pulang nanti entah kecelakaan, tabrakan atau apalah., tidak masalah yang penting tidak merasakan hal seperti ini.
Namun tidak sependek itu akal ku . . . Yah masih ada Tuhan . . . Tuhan pasti marah pada ku kalo aku bunuh diri. . . apalagi belakangan ini, yeah mgkin sepanjang 4 tahun lalu aku tdik pernah membuka pintu hatiku untuk menerima Tuhan. . . makanya dengan peristiwa seperti ini patut untuk disyukuri. Tuhan ingin aku kembali kepadanya. Yah seperti itulah.\
Hm . . . aku pulang ke rumah dan masih dengan meneteskan air mata. Yah yang dilakukan [perempuan dalam masa2 seperti itu tidak lain selain menangis dan menceritakan hal ini ke teman dan orang terdekat. Setelah mendengarkan beberapa hal dan nasihat dari seorang DongAn., aku cukup terobati. . . aduh makasih yah, yah lega rasanya berbagi dengan teman.
Dan membuka situs inspirati tentang cinta dan kehidupan.
Inilah yang bisa aku artikan bahwa, , , Tuhan memberikan aku cobaan seperti ini untuk memanggilku kembali kepadaNya. . . dan mengandalkan Nya di setiap langkah kehidupan kita dan mengambil keputusan.
Pilihan terbaik saat ini adalah menutup bagian kisah ini. Tidak mengharapkan sesuatu yang tidak pasti dan menunggu dengan sia2, merelakan yang sudah pergi dan hilang, membuka hati untuk menerima kenyataan, menguatkan hati untuk tabah di masa2 sulit seperti ini, dan melanjutkan hidup. Walaupun berat untuk menghapus orang yang dicintai namun itu harus dilakukan. Aku tidak mungkin terus meratapi kepergiannya, dan ketidakpeduliannya padaku. . . tapi sudahlah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar