”. Aku terus membutakan
mata ku dengan sebenarnya. Entah apa yang aku pikirkan. Aku terus berjuang
untuk terus melupakanmu. Bagaimana supaya aku tidak bertemu dan melihatmu.
Bagaimana berjuang dengan perasaan rindu yang terus menyiksa. Bagaimana
melupakan pahitnya saat kau terus membohongiku. Bagaimana berjuang melupakan
kenangan manis tentang kita. Bagaimana berjuang menyembuhkan setiap luka yang
pernah tertorehkan. Bagaimana melawan rasa cinta dan benci ku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar