April 13, 2012

AKu Rindu

Aku merindukan mu yang dulu pernah menemaniku. walaupun itu hanya sbeuah tipuan belaka namun aku terbuai. aku menyayangimu, orang yang pernah mengkhianatiku. aku menyayangi mu...
aku pernah menangis dn tertawa olehmu. kini aku sulit memilih..
saat kenyataan memaksa ku untuk melepaskanmu. saat aku melihatmu bahagia dengannya...
Aku ingin denganmu, tapi kamu memilih dengan dia.
hiks
aku menangis
aku menangis
aku tidak ingin meninggalkanmu, tapi kamu sudah meninggalkanku terlebih dahulu
kamu tau rasanya kah?
saat aku melihatmu dengan dia
aku melihat raut kebahagiaan dibalik senyumanmu..
aku meringis kesakitan
tak terlupakan saat aku menangis untuk kesekian kalinya di gereja
aku benar2 tak sanggup melepasmu....

aku mengerti tapi hati ku ingin terus bersama mu...

aku merindukanmu yang dulu pernah membuat ku benar2 berbunga-bunga
aku membenci dengan segala kesanggupan cinta ku

Apa yang harus aku lakukan Bapa??
Aku sakit


April 04, 2012

DibelakangKu


”. Aku terus membutakan mata ku dengan sebenarnya. Entah apa yang aku pikirkan. Aku terus berjuang untuk terus melupakanmu. Bagaimana supaya aku tidak bertemu dan melihatmu. Bagaimana berjuang dengan perasaan rindu yang terus menyiksa. Bagaimana melupakan pahitnya saat kau terus membohongiku. Bagaimana berjuang melupakan kenangan manis tentang kita. Bagaimana berjuang menyembuhkan setiap luka yang pernah tertorehkan. Bagaimana melawan rasa cinta dan benci ku. 

Desember 06, 2011

iNiLah Masa suLitku...


Tuesday, December 06, 2011
            Inilah aku dan diriku, hidup dalam penyesalan yang tak tahu sampai kapan kan berakhir. Aku tidak ingin kembali dengan masa laluku yang suram. Gara2 bertemu dialah , aku merasakan hidup dalam kehancuran dan penyesalan akan masa lalu. Ya tuhan ada apa ini…. Aku bingung mau lakukan apa. Aku takut. Aku pernah mencintai dengan sepenuh hatiku. Aku mencintai dia yang tidak pernah peduli terhadapku.
            Aku harus bagaimana? Apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku melepaskan dia? Ya Tuhan… mungkin inilah jalan yang terbaik namun aku tidak ingin melakukannya. Aku tidak ingin melakukan nya. Aku ingin mati saja. Aku tak kuat merasakan hal seperti ini. Aku benar2 tidak kuat. .
            Kemarin…aku harus berdebat lagi dengan dia. Mengapa semua berantakan seperti ini. Aku tahu dia tidak peduli lagi dengan ku…bahkan sudah tak ada artinya lagi untuk dia. Aku tahu semua ketidakbaikan dalam hubungan ku,,, hanya aku saja yang terlalu bodoh dan perasaan untuk terus mencintai dia. Aku tahu aku hanya pelampiasannya. Aku tahu dia hanya ingin jadikan aku pelarian.Aku tahu ituu. Aku rasakan ini… hanya karena aku berpura-pura membutakan mataku. Aku terus memejamkan mataku, mungkin saja bermimpi berharap dengan hal yang pernah kita rasakan akan kembali dan berharap kita kan terus bersama-sama.
            Arghhh….aku saja tidak tahu apa yang aku pikirkan. Pikiran ku benar2 sudah tidak waras. Ya Tuhan…apa yang terjadi dengan ku.
Aku terus membawa emosi ku, keegoisan ku untuk semua gejolak ini. Aku butakan logika ku. Aku bahkan terlihat bodoh  didepan nya. Etha…mengapa kau sehancur ini???
            Aku hanya terkejut dengan semua kejadian ini yang terasa hanya sekejap. Aku muak dengan masa lalu ku. Aku hancur dibalik senyumanku. Aku bahkan sudah benar2 dititik terendah, saat aku bahagia sudah terasa diatas dan aku terjatuh keposisi yang paling rendah akibat kesalahan ku sendiri. Bahkan meraih tempat semula pun aku tak sanggup.
            Inilah masa-masa sulitku. Saat apa yang aku ingin kan tidak aku capai. Saat aku benar2 mencintai dengan setulusku. Saat aku harus berhadapan dengan kenyataan bahwa SEMUA YANG pernah ada antara aku dan dia sudah tidak ada lagi. Apapun yang pernah kami rasakan bersama sudah HILANG. Tiap aku mengingat semua itu, sampai detik ini…aku meneteskan air mata bahwa aku harus menerima kenyataan ini bahwa aku harus kehilangan orang yang aku benar2 SAYANGI. Mungkin inilah kabar buruknya.
            Inilah masa sulitku, saat aku tak kuat menahan rasa sakit ini, menahan dan bertahan. Saat aku ingin melepaskan nya. Saat aku ingin bertahan. Aku takut melupakan dia. Saat aku tak mengerti apa yang kumau. Saat aku beanr2 tidak tahu arahku. Aku memilih berhenti dan terdiam. Saat Aku hanya menangisi kehancuran ku. Aku ingin rasanya  memutar waktu kembali. Merasakan hal seperti ini rasanya sangat berat. Bahkan yang sempat terlintas dalam pekiranku bahwa aku ingin mengakhiri hidupku. Aku tidak kuat menahanya dia untuk tetap disini. Aku benar2 tidak tahu harus kemana.
            Inilah masa sulitku saat aku dihujani rasa penyesalan. Dan inilah penyesalan terbesar dalam hidupku. Aku yakin inilah yang terberat . Saat aku jatuh dan tidak sanggup bangkit kembali. Dihantui dengan berbagai masa yang sulit dilupakan. Dihantui dengan berbagai gejolak yang tak terdefenisi dari mana asalnya. Yang hanya bisa terus menekanku sampai pada titik terendah dalam hidupku.
            Inilah masa itu… saat aku tersungkur dan berdoa. Berkata2pun sudah tidak jelas. Hanya meminta pada Tuhan “ Kuatkan aku,Bapa”. Inilah kehancuran hidupku, diawali pada tahun kedua dibangku kuliah, semester ke empat sampai tahun ke tiga. Entahlah sampai kapan berakhir. Aku benar2 merasa tertekan, merasa orang paling tidak beruntung di dunia ini. Bahkan arah hidupku pun sudah tidak jelas. Yang ada meratapi masa lalu yang sangat suram dibarengi penyesalan yang amat sangat terdalam. Merasa ditolak dan saat aku menangis, saat aku galau, saat aku ingin berlari sejauh
mungkin bahkan saat aku ingin hilang ingatan. Hampir tiap hari aku menetes air mata. Entah kapan hari akan berhenti. Tapi dia sangat berarti untukku.
            Inilah masa sulit ku, saat aku menerima penolakan. Saat aku tetap saja bertahan yang jelas2 penolakan sudah ada didepan mata. Saat aku merasa dipermainkan. Dia dating dengan seenaknya dan pergi dengan tidak jelas. Dan dia datang lagi dan pergi lagi. Saat aku menahannyanya, dia malah ingin pergi dan menyuruhku melupakannya.
            Inilah masa sulitku saat apa yang aku artikan menurut pikiranku sendiri, berbeda dengan pengakuannya. Saat pengakuannya menyayat hatiku, namun aku masih bisa menahan perihnya, yang penting DIA MASIH DISINI, tapi tetap saja dia ingin pergi. Saat pengakuan berbeda dengan tingkah laku. Saat pikiran2 negatif tentang dia terus mengganggu pikiranku.
            Inilah tamparan hidupku saat aku harus melihat kemesraan entah itu nyata atau apalah, yang jelas aku cemburu. Aku tidak ingin melihat dan mendengar tentang ini.
            Itulah dia, saat dia ucapkan janji untuk tidak akan pernah tinggalkanku, namun malah dia pergi. Saat dia lupakan semua janji itu. Saat dia lupakan semua yang seharusnya. Saat dia ingin pergi jauh dari hidupku. Dia lupakan janji sendiri.
            Orang segampang “Lupakan dia, masih banyak diluar sana”, tapi tidak segampang menurutku. Hm…mungkin gampang hanya saja aku tidak ingin mencoba. Kemarin dia bilang “ Karena kau belum mencoba” . arh…. Dia menyruhku mencari penggantinya. Aku tidak ingin mencoba. Aku tidak mau… aku takut dia terhapus dalam ingatanku sendiri. Dia benar2 sudah tidak menginginkan ku. TIDAK lagi…
            Inilah aku saat aku dibodohi dengan perasaan ku sendiri. Yang tidak ingin mencoba apa2. Yang tidak ingin melangkah hanya menatap masa lalu dengan penyesalan dan menatap yang didepan mata dengan luka yang tak tersembuhkan dan masa depan menanti dengan gelisahnya.
            Yang aku dapatkan saat bertemu dengannya, aku diajar habis2an sampai saat aku benar2 lelah, saat aku benar2 menyayangi dengan sepenuh hatiku, saat aku diajarkan untuk lebih memaknai hidup dan mensyukuri apa yang dimiliki dan menjaga dan mempertahankan yang sudah ada dan tidak hilang entah kemana. Aku diajarkan untuk terus memakai logika dan pikiran dibanding perasaan. Ada banyak hal. Dia sangat berarti untukku.
            Aku tidak ingin ini terjadi dengan orang lain. Cukup aku saja… karena aku tahu dan rasakan rasanya bagaimana.
            MUNGKIN  aku benar2 sudah tak waras.
            Dan aku memilih DIAM saja, melihat apa yang akan terjadi selanjutnya. Karena melangkah untuk pergi aku tidak ingin, dan kembali pun juga aku tidak bisa memaksa, hanya mampu terdiam dan menahan apa yang bisa aku pertahankan. Maybe, just waiting for the end. Kuingin tahu sejauh mana batas kemampuanku bertahan dalam ketidakjelasan hidupku. Inilah yang dilakukan ORANG PUTUS ASA seperti aku. Yang sudah tidak jelas arah hidupnya. Anak teknik bilang “Samajie…dikali NOL”
            I can’t stop loving you. I don’t want trying my best. No one. Coz  I wan’t

Desember 03, 2011

mengGALAU

What should i do if i missing you???

hahahahah
pertanyaan bodoh dan tolol

aku harus buat apa cobaa...

hahahaha...

cinta benar2 bisa bikin gila juga yahh...

Monday, November 21 2011
            Kembali ke perpus umum… ingin menangis rasanya. Aku muak… mengapa harus aku lagi? Mengapa? Ya Tuhan… aku harus bagaimana… aku menemukan diriku… aku muak. Aku tidak tahu harus bagaimana… aku menemukan diriku. Aku tak tahu harus bagaimana…aku harus bagaimana.? Mengapa harus saya? Etha……kapan kau JERA…kapan kau lelah… kapan kau capek…..kapan kau lelah. Aku tak kuat… mengapa harus aku yang menyayangi mu setengah mati seperti ini? Nafasku benar2 tak sanggup. Mengapa? Mengapa? Mengapa?

kutipan dari diari kuuu...


hahaha...
berat rasanya,,

namun semua berarti buatku

dengan mu aku bisa mengenal arti yang sangat bermakna untuk ku
aku diajar untuk kuat dalam Doa dan apapun

terima kasih Cinta...terima kasih untuk waktu....
dan semuanya..
walaupun aku menangis 
walaupun aku terlukaa\

namun dari semua itu aku menemukan bahwa...kesabaran akan terbayarkan dengan keindahan dan kesabaran


Aku memelukmu dengan doa ku
Aku menyayangi sampai batas kemampuan ku....





duaempatduabelas.red