Hua...sudah umur 21 tahun....
Semakin Tua...
tapi detik ini, Selamat ulang Tahun untuk ku...
Syukur atas segala bimbingan Tuhan sepanjang 20 tahun lamanya sampai aku bertumbuh dewasa...
Dan duduk dibangku kuliah,,
Semua itu tidak terlepas dari campur tangan dari Tuhan, sampai detik ini aku masih bisa merasakan indahnya dunia. aku masih bisa tersenyum, tertawa, dan menangis.
Tak lepas dan tiada henti aku ucapkan doa dan Syukur pada detik ini dan aku kehabisan kata2 untuk mengatakannya bahwa aku sekarang sudah menginjakkan umur dua puluh satu tahun,.
Umur yang terbilang masih rawan dengan berbagai kelabilan.
Terima Kasih Bapa atas semua itu....saat ini aku masih bisa bernafas layaknya Manusia
Terima kasih untuk orang tua yang engkau berikan kepadaku Bapa..
Ampuni atas segala dosa, kekhilafan, kelalaian dan kesalahan ku sepanjanga tahun lalu Bapa...
Layakkan aku menginjakkan kaki di umur ini Bapa,,,
Jadikan aku manusia yang lebih kuat dan lebih dewasa lagi dalam segala hal.
Yang kuat,,, dan aku mohon engkau bimbing aku dalam perkuliahan ku dan bimbing kedua orang tua ku dan saudara2ku.. dan orang2 yang kucintai dan orang2 yang membenciku...
Jauhkan aku dari segala ketidakBERESAN dan ketidakBAIKAN ya Bapa...
baik dalam hati ataupun pikiran ku ya Bapa,....
Buat lah aku menjadi sosok yang layak menjadi anakMu kelak...
Genggam tangan ku Bapa dan jangan pernah lepaskan lagi... dan buatlah aku semakin mengandalkanMu
Aku serahkan semua ini kedalam tangan Mu Bapa....aku serahkan semua ini, dan biarlah Engkau menyempurnakan segala niat dan rencana ku Bapa,,,,
Amiiiiiiiinnnnnnnnnnnnn.....
Mei 17, 2012
April 13, 2012
AKu Rindu
Aku merindukan mu yang dulu pernah menemaniku. walaupun itu hanya sbeuah tipuan belaka namun aku terbuai. aku menyayangimu, orang yang pernah mengkhianatiku. aku menyayangi mu...
aku pernah menangis dn tertawa olehmu. kini aku sulit memilih..
saat kenyataan memaksa ku untuk melepaskanmu. saat aku melihatmu bahagia dengannya...
Aku ingin denganmu, tapi kamu memilih dengan dia.
aku menangis
aku menangis
aku tidak ingin meninggalkanmu, tapi kamu sudah meninggalkanku terlebih dahulu
kamu tau rasanya kah?
saat aku melihatmu dengan dia
aku melihat raut kebahagiaan dibalik senyumanmu..
aku meringis kesakitan
tak terlupakan saat aku menangis untuk kesekian kalinya di gereja
aku benar2 tak sanggup melepasmu....
aku mengerti tapi hati ku ingin terus bersama mu...
aku merindukanmu yang dulu pernah membuat ku benar2 berbunga-bunga
aku membenci dengan segala kesanggupan cinta ku
Apa yang harus aku lakukan Bapa??
Aku sakit
aku pernah menangis dn tertawa olehmu. kini aku sulit memilih..
saat kenyataan memaksa ku untuk melepaskanmu. saat aku melihatmu bahagia dengannya...
Aku ingin denganmu, tapi kamu memilih dengan dia.
![]() |
| hiks |
aku menangis
aku tidak ingin meninggalkanmu, tapi kamu sudah meninggalkanku terlebih dahulu
kamu tau rasanya kah?
saat aku melihatmu dengan dia
aku melihat raut kebahagiaan dibalik senyumanmu..
aku meringis kesakitan
tak terlupakan saat aku menangis untuk kesekian kalinya di gereja
aku benar2 tak sanggup melepasmu....
aku mengerti tapi hati ku ingin terus bersama mu...
aku merindukanmu yang dulu pernah membuat ku benar2 berbunga-bunga
aku membenci dengan segala kesanggupan cinta ku
Apa yang harus aku lakukan Bapa??
Aku sakit
April 08, 2012
April 04, 2012
DibelakangKu
”. Aku terus membutakan
mata ku dengan sebenarnya. Entah apa yang aku pikirkan. Aku terus berjuang
untuk terus melupakanmu. Bagaimana supaya aku tidak bertemu dan melihatmu.
Bagaimana berjuang dengan perasaan rindu yang terus menyiksa. Bagaimana
melupakan pahitnya saat kau terus membohongiku. Bagaimana berjuang melupakan
kenangan manis tentang kita. Bagaimana berjuang menyembuhkan setiap luka yang
pernah tertorehkan. Bagaimana melawan rasa cinta dan benci ku.
Desember 06, 2011
iNiLah Masa suLitku...
Tuesday, December 06, 2011
Inilah aku dan diriku,
hidup dalam penyesalan yang tak tahu sampai kapan kan berakhir. Aku tidak ingin
kembali dengan masa laluku yang suram. Gara2 bertemu dialah , aku merasakan hidup
dalam kehancuran dan penyesalan akan masa lalu. Ya tuhan ada apa ini…. Aku
bingung mau lakukan apa. Aku takut. Aku pernah mencintai dengan sepenuh hatiku.
Aku mencintai dia yang tidak pernah peduli terhadapku.
Aku harus bagaimana? Apa
yang harus aku lakukan? Haruskah aku melepaskan dia? Ya Tuhan… mungkin inilah
jalan yang terbaik namun aku tidak ingin melakukannya. Aku tidak ingin
melakukan nya. Aku ingin mati saja. Aku tak kuat merasakan hal seperti ini. Aku
benar2 tidak kuat. .
Kemarin…aku harus
berdebat lagi dengan dia. Mengapa semua berantakan seperti ini. Aku tahu dia tidak
peduli lagi dengan ku…bahkan sudah tak ada artinya lagi untuk dia. Aku tahu
semua ketidakbaikan dalam hubungan ku,,, hanya aku saja yang terlalu bodoh dan
perasaan untuk terus mencintai dia. Aku tahu aku hanya pelampiasannya. Aku tahu
dia hanya ingin jadikan aku pelarian.Aku tahu ituu. Aku rasakan ini… hanya
karena aku berpura-pura membutakan mataku. Aku terus memejamkan mataku, mungkin
saja bermimpi berharap dengan hal yang pernah kita rasakan akan kembali dan
berharap kita kan terus bersama-sama.
Arghhh….aku saja tidak
tahu apa yang aku pikirkan. Pikiran ku benar2 sudah tidak waras. Ya Tuhan…apa
yang terjadi dengan ku.
Aku terus membawa emosi ku, keegoisan ku untuk semua gejolak ini. Aku
butakan logika ku. Aku bahkan terlihat bodoh
didepan nya. Etha…mengapa kau sehancur ini???
Aku hanya terkejut dengan
semua kejadian ini yang terasa hanya sekejap. Aku muak dengan masa lalu ku. Aku
hancur dibalik senyumanku. Aku bahkan sudah benar2 dititik terendah, saat aku
bahagia sudah terasa diatas dan aku terjatuh keposisi yang paling rendah akibat
kesalahan ku sendiri. Bahkan meraih tempat semula pun aku tak sanggup.
Inilah masa-masa sulitku.
Saat apa yang aku ingin kan tidak aku capai. Saat aku benar2 mencintai dengan
setulusku. Saat aku harus berhadapan dengan kenyataan bahwa SEMUA YANG pernah
ada antara aku dan dia sudah tidak ada lagi. Apapun yang pernah kami rasakan
bersama sudah HILANG. Tiap aku mengingat semua itu, sampai detik ini…aku
meneteskan air mata bahwa aku harus menerima kenyataan ini bahwa aku harus
kehilangan orang yang aku benar2 SAYANGI. Mungkin inilah kabar buruknya.
Inilah masa sulitku, saat
aku tak kuat menahan rasa sakit ini, menahan dan bertahan. Saat aku ingin
melepaskan nya. Saat aku ingin bertahan. Aku takut melupakan dia. Saat aku tak
mengerti apa yang kumau. Saat aku beanr2 tidak tahu arahku. Aku memilih
berhenti dan terdiam. Saat Aku hanya menangisi kehancuran ku. Aku ingin rasanya
memutar waktu kembali. Merasakan hal
seperti ini rasanya sangat berat. Bahkan yang sempat terlintas dalam pekiranku
bahwa aku ingin mengakhiri hidupku. Aku tidak kuat menahanya dia untuk tetap
disini. Aku benar2 tidak tahu harus kemana.
Inilah masa sulitku saat
aku dihujani rasa penyesalan. Dan inilah penyesalan terbesar dalam hidupku. Aku
yakin inilah yang terberat . Saat aku jatuh dan tidak sanggup bangkit kembali.
Dihantui dengan berbagai masa yang sulit dilupakan. Dihantui dengan berbagai
gejolak yang tak terdefenisi dari mana asalnya. Yang hanya bisa terus menekanku
sampai pada titik terendah dalam hidupku.
Inilah masa itu… saat aku
tersungkur dan berdoa. Berkata2pun sudah tidak jelas. Hanya meminta pada Tuhan
“ Kuatkan aku,Bapa”. Inilah kehancuran hidupku, diawali pada tahun kedua
dibangku kuliah, semester ke empat sampai tahun ke tiga. Entahlah sampai kapan
berakhir. Aku benar2 merasa tertekan, merasa orang paling tidak beruntung di
dunia ini. Bahkan arah hidupku pun sudah tidak jelas. Yang ada meratapi masa
lalu yang sangat suram dibarengi penyesalan yang amat sangat terdalam. Merasa
ditolak dan saat aku menangis, saat aku galau, saat aku ingin berlari sejauh
mungkin bahkan saat aku ingin hilang ingatan. Hampir tiap hari aku menetes
air mata. Entah kapan hari akan berhenti. Tapi dia sangat berarti untukku.
Inilah masa sulit ku,
saat aku menerima penolakan. Saat aku tetap saja bertahan yang jelas2 penolakan
sudah ada didepan mata. Saat aku merasa dipermainkan. Dia dating dengan
seenaknya dan pergi dengan tidak jelas. Dan dia datang lagi dan pergi lagi.
Saat aku menahannyanya, dia malah ingin pergi dan menyuruhku melupakannya.
Inilah masa sulitku saat
apa yang aku artikan menurut pikiranku sendiri, berbeda dengan pengakuannya.
Saat pengakuannya menyayat hatiku, namun aku masih bisa menahan perihnya, yang
penting DIA MASIH DISINI, tapi tetap saja dia ingin pergi. Saat pengakuan
berbeda dengan tingkah laku. Saat pikiran2 negatif tentang dia terus mengganggu
pikiranku.
Inilah tamparan hidupku
saat aku harus melihat kemesraan entah itu nyata atau apalah, yang jelas aku
cemburu. Aku tidak ingin melihat dan mendengar tentang ini.
Itulah dia, saat dia
ucapkan janji untuk tidak akan pernah tinggalkanku, namun malah dia pergi. Saat
dia lupakan semua janji itu. Saat dia lupakan semua yang seharusnya. Saat dia
ingin pergi jauh dari hidupku. Dia lupakan janji sendiri.
Orang segampang “Lupakan
dia, masih banyak diluar sana”, tapi tidak segampang menurutku. Hm…mungkin
gampang hanya saja aku tidak ingin mencoba. Kemarin dia bilang “ Karena kau
belum mencoba” . arh…. Dia menyruhku mencari penggantinya. Aku tidak ingin
mencoba. Aku tidak mau… aku takut dia terhapus dalam ingatanku sendiri. Dia
benar2 sudah tidak menginginkan ku. TIDAK lagi…
Inilah aku saat aku
dibodohi dengan perasaan ku sendiri. Yang tidak ingin mencoba apa2. Yang tidak
ingin melangkah hanya menatap masa lalu dengan penyesalan dan menatap yang
didepan mata dengan luka yang tak tersembuhkan dan masa depan menanti dengan
gelisahnya.
Yang aku dapatkan saat
bertemu dengannya, aku diajar habis2an sampai saat aku benar2 lelah, saat aku
benar2 menyayangi dengan sepenuh hatiku, saat aku diajarkan untuk lebih
memaknai hidup dan mensyukuri apa yang dimiliki dan menjaga dan mempertahankan
yang sudah ada dan tidak hilang entah kemana. Aku diajarkan untuk terus memakai
logika dan pikiran dibanding perasaan. Ada banyak hal. Dia sangat berarti
untukku.
Aku tidak ingin ini
terjadi dengan orang lain. Cukup aku saja… karena aku tahu dan rasakan rasanya
bagaimana.
MUNGKIN aku benar2 sudah tak waras.
Dan aku memilih DIAM
saja, melihat apa yang akan terjadi selanjutnya. Karena melangkah untuk pergi
aku tidak ingin, dan kembali pun juga aku tidak bisa memaksa, hanya mampu
terdiam dan menahan apa yang bisa aku pertahankan. Maybe, just waiting for the
end. Kuingin tahu sejauh mana batas kemampuanku bertahan dalam ketidakjelasan
hidupku. Inilah yang dilakukan ORANG PUTUS ASA seperti aku. Yang sudah tidak
jelas arah hidupnya. Anak teknik bilang “Samajie…dikali NOL”
I can’t stop loving you.
I don’t want trying my best. No one. Coz
I wan’t
Langganan:
Postingan (Atom)




